Kamis, 23 September 2010

Fenomena Sun Dogs (matahari ada 3)

Kalau suatu saat lihat ada 3 buah matahari di langit, jangan panik!
bukan berarti kiamat sudah dekat. Ini adalah fenomena alam yang disebut sebagai sundog/parelion. 

Fenomena dimana matahari terlihat berjumlah 3 buah. Nama ilmiahnya parhelion, sama dengan parhelia, dari bahasa Yunani parēlion,disebut juga matahari tiruan adalah sebuah fenomena atmosfer yang menciptakan titik-titik terang cahaya di langit, berbentuk sebuah cincin atau lingkaran bercahaya di kedua sisi matahari, dibentuk oleh kristal es.
Sundogs mungkin sebagai cerminan cahaya ke kiri atau kanan dari matahari.Sundogs yang terbaik dan yang 
paling mencolok terlihat adalah ketika matahari rendah.


Sun dog atau sundog, yang memiliki nama ilmiah parhelion atau parhelia
{dari bahasa Yunani parēlion, (παρήλιον), παρά (beside) + ήλιος (sun), "beside the sun"}
juga dipanggil "mock sun" adalah sebuah fenomena di atmosfer yang menimbulkan
suatu titik yang terang di langit, sering berupa cincin atau halo
di kedua sisi matahari.

Sundogs dapat muncul sebagai cahaya berwarna disebelah kanan atau kiri matahari.
Di kejauhan 22° (atau lebih) pada ketinggian yang sama dengan matahari pada horizon.
Sundogs dapat muncul di mana saja dibelahan bumi manapun pada musim apa saja.
Meskipun demikian, penampakanya tidak selalu jelas dan terang.
Sundogs paling menyolok terlihat pada saat matahari berada di posisi yang rendah.


PENYEBAB

Sundogs terbentuk dari plat es kristal berbentuk hexagonal pada awan sirus yang tinggi
dan dingin, atau bisa juga terbentuk pada cuaca yang sangat dingin oleh kristal
yang bernama "diamond dust" yang melayang di udara pada ketinggian yang rendah.

Sundogs terbentuk saat cahaya memasiki bagian prisma secara hampir vertikal dari kristal
dan keluar melalui bagian lainnya dengan sudut inklinasi 60° dari sudut datang.

Terdapat jaring pembiasan (net refraction) dari setiap face dan cahaya di dispersi
menjadi warna-warni. Sudut deviasi minimal adalah ~22°, tidak terdapat suatu sudut
pembiasan tunggal yang melalui kristal.
Ini berkaitan dengan jarak batas dalam dari sundogs terhadap matahari saat
sundogs berada pada posisi rendah.

Seiring dengan matahari merangkak naik, cahaya yang melalui kristal bertambah
tegak lurus dari horiontal plane. Sudut deviasinya meningkat dan sundogs menjauh
dari matahari. Namun, altitudenya selalu sama dengan matahari.

Sundogs berwarna merah pada sisi yang paling dekat dengan matahari,
semakin jauh, warna bergradasi menjadi oren sampai biru. Meskipun demikian,
penumpukan warna (color overlap) lebih kuat sehingga sundogs tidak pernah
berwarna murni. Warna-warna dari sundog pada akhirnya bergabung pada parhelic
circle menjadi berwarna putih.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar